Kamis, 14 Januari 2010

cengeng

CENGENG

“Biasa!!! Perempuan suka cengeng….” Kata-kata itu seringkali kita dengar tatkala perempuan menangis menghadapi suatu masalah. Apakah hanya perempuan yang cengeng? Tentu tidak……

Cengeng adalah sifat bawaan manusia yang bisa menjangkit siapa saja, tanpa melihat jenis kelamin. Orang yang cengeng tidak harus ditunjukkan dalam bentuk menangis bila menghadapi suatu masalah. Orang yang cengeng adalah orang yang mudah patah hati, mudah sedih, mudah kecil hati dan mudah mundur atau lari dari setiap persoalan hidup yang dihadapi.

Allah menganugerahkan perasaan sedih di dalam hati setiap manusia, dengan berbagai derajat kepekaannya. Ada yang mudah sedih atau menangis hanya karena hal sepele, ada juga sedih karena hal yang luar biasa. Karena Allah yang menciptakan dan memberikan perasaan sedih, pasti Allah juga yang menganugerahkan cara untuk mengendalikan sedih agar tidak berubah menjadi sifat permanent atau luapan perasaan yang berlebihan.

Ketika sedih sudah berlebihan, baik dari segi waktu maupun ekspresinya, maka sedih sudah menjelma menjadi kecengengan.

Lalu, apa yang membuat seorang perempuan atau laki-laki memiliki sifat cengeng?

Terlalu menggantungkan diri pada orang lain.
Seringkali manusia sebagai mahluk lemah, menggantungkan diri pada orang lain, tanpa ada kepasrahan kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin. Misalnya urusan rejeki bergantung pada majikan, urusan mendidik anak bergantung pada guru, urusan cinta bergantung pada pacar atau suami atau istri.
Sebenarnya orang tidak harus menggantungkan diri kepada orang lain secara berlebihan. Misalnya urusan sekolah anak , kita tetap bertanggungjawab untuk mendidik sebaik-baiknya di rumah dengan pemahaman, sikap dan prilaku yang dapat dicontoh oleh anak-anak kita serta mendoakannya setiap selesai shalat. Ketika kita sudah berusaha tetapi belum juga mendapatkan hasil yang kita harapkan, barulah kita pasrahkan kepadaNya. Kembalikanlah setiap masalah kepada Allah. Janganlah terburu cengeng…sebab dengan mudah cengeng proses pendewasaan diri menjadi terhambat.

Tidak mengenal siapa dirinya
Akibatnya selalu salah dalam pemecahan berbagai persoalan yang menyangkut dirinya . perempuan dan laki-laki yang tidak mengetahui sejarah dirinya sebelum menjadi manusia, saat ia hidup sebagai manusia, dan apa saja yang dihadapinya saat mati, dan berhadapan dengan Tuhan yang menciptakannya, pasti akan selalu salah dalam memandang dirinya. Akibatnya juga akan salah memilih penyelesaian masalah hidupnya, akibatnya juga akan selalu kecewa, sedih kemudian cengeng.
Manusia yang mengenal dirinya dengan baik akan tahu diri sehingga tidak terlalu sombong, tetapi juga tidak berjiwa kerdil menganggap dirinya kecil dihadapan mahluk lain. Dia tidak bisa dibuat sedih oleh mahluk sesama dirinya.

Tidak memiliki tujuan hidup dan sasaran jangka panjang
Akibatnya mudah teombang ambing oleh sasaran jangka pendek. Misalnya kaya raya, jabatan tinggi, dapat berplesir kemana saja yang ia mau. Tatkala apa yang ia inginkan tidak tercapai, ketika tidak mempunyai tujuan hidup yang kekal (akhirat) ia akan cengeng.

Tidak memiliki konsep dan keyakinan yang benar tentang taqdir Allah
Akibatnya sering kecele, karena mengira semua kejadian terjadi dengan sendirinya.
Orang yang beriman kepada kekuasaan Allah atas segala sesuatu, akan memandang semua yang terjadi pada dirinya dan apa yang ada disekitarnya sebagai sebuah scenario yang sedang berjalan.
Ada hal-hal yang bisa diubah dengan ikhtiyar dan doa. Ada hal-hal yang sudah ditetapkan oleh Allah sehinga tidak dapat diubah.
Pertanyaan yang harus dijawab adalah, apa niat yang mendorong sebuah ikhtiyar dan doa ?kalau niatnya untuk memenuhi kebutuhan nafsu dan badan saja, maka bersiplah kecewa, sedih dan bisa cengeng. Tetapi kalau niatnya untuk menjalankan petunjuk Allah, berdasarkan kecintaannya kepadaNya, dijamin tidak akan pernah sedih dan kecewa, karena baginya, semua ketetapan Allah adalah kebaikan . meskipun kadang berat dan menyusahkan.

Maka ingatlah bahwa “CENGENG MENGHAMBAT PROSES PENDEWASAAN DIRI”
“Allahumma ini audzubika minal hammi wal hazan”

pendewasaan diri

PENDEWASAAN DIRI MELALUI MASALAH

Setiap manusia pasti pernah mengalami masalah dalam hidup ini. Apalagi saat di lingkungan kantor yang sarat akan berbagai masalah, mulai masalah beban kerja yang menumpuk, kompensasi yang tidak sesuai, beban kerja yang tidak merata, hingga masalah dengan atasan.
Berat atau ringannya setiap masalah sudah pasti membutuhkan penyelesaian dan sangat individual sifatnya. Tapi jika anda sikapi dengan bijak maka setiap masalah akan dianggap sebagai proses pendewasaan diri. Tapi bagi yang memiliki jiwa kerdil, maka masalah bagaikan mimpi buruk yang menjadi kenyataan dan selalu memikirkan masalah tersebut bukan mencari jalan keluranya.
Yang terpenting saat anda memiliki suatu masalah adalah memikirkan cara yang paling tepat dalam menuntaskan masalah tersebut. Jangan pernah mendramatisir masalah anda dan menganggap bahwa masalah itu sangat berat untuk anda. Karena mendramatisir masalah bukan untuk terapi yang mampu menemukan jalan keluarnya tetapi hanya akan membuat anda semakin stress.
Mengeluh hanya akan membuat masalah menjadi semakin berat. Yang harus anda lakukan adalah berpikir secara jernih, posisikan masalah pada sudut pandang yang tepat. Apabila anda ingin mengungkapkan masalah, katakan fakta-fakta yang benar dan obyektif.

Peringatkan diri anda sendiri bahwa jangan mendramatisir setiap kali akan membicarakan masalah pada rekan-rekan atau atasan anda. Pikirkan dampak akibat dramatisir tersebut, sudah pasti akan negatif. Karena lingkungan tidak menyukai dan tidak mempercayai hal-hal yang dramatik. Apalagi jika suatu saat, maka dramatisasi anda tidak terbukti.
Bagi anda yang berpotensi mendramatisir masalah perlu lebih waspada. Karena kondisi ini bisa berdampak buruk bagi perkembangan mental anda. Orang-orang dengan tipe ini akan selalu dibayangi rasa cemas, ketakutan dan pikiran negatif. Orang yang senang mendramatisir masalah sesungguhnya hanya menciptakan kesalahan diatas kesalahan.

Hal yang tidak kalah penting, jangan sekalipun menceritakan masalah anda dalam pikiran yang kalut. Karena kondisi yang emosionil dan tidak stabil membuat anda tidak objektif lagi dalam memandang setiap persoalan. Kondisi seperti ini akan membuat anda mengambil keputusan yang salah dan fatal. Seperti anda mengancam akan mengundurkan diri saat anda dihadapkan pada persoalan bahwa kenaikan gaji anda adalah yang paling kecil dibanding teman-teman yang lain. Biasanya ancaman tersebut bisa jadi hanya semacam ‘gertakan’ karena pikiran anda sedang buntu akibat merasa disepelekan dan diremehkan.Banyak orang yang tidak berhasil menyelesaikan masalahnya karena selalu menutup mata dan sibuk mencari dukungan serta perlindungan. Saat tidak satupun orang yang memberi dukungan, anda akan menyalahkan masalah itu sendiri. Pikiran anda akan dihantui rasa penyesalan dan selalu menyalahkan diri sendiri. Jika hal ini terus ada dipikiran anda, maka anda akan merasa bahwa hidup ini tidak adil.

Apabila hal ini anda alami, hentikan pemikiran buruk ini. Karena sebenarnya setiap masalah merupakan proses dalam hidup yang terus berjalan. Selama anda berkutat pada penyesalan dan mengeluh masalah, anda melupakan hal tentang bagaimana mencari jalan keluarnya. Jadi jangan terpuruk dalam suatu masalah, bangkitlah dan susun rencana hidup anda selanjutnya. Tenangkan hati, agar anda bisa berpikir jernih untuk mencari penyelesaian masalah anda.

Kamis, 30 April 2009

TEORI DAN HIPOTESIS

Materi Metode Penelitian Kuantitatif

TEORI DAN HIPOTESIS
TEORI :
A SET OF INTERRELATED PROPOSITIONS, SOME OF WHICH CAN BE EMPIRICALLY TEST
PROPOSISI ADALAH PERNYATAAN-PERNYATAAN TENTANG HUBUNGAN DIANTARA DUA KONSEP ATAU LEBIH
CONTOH : APABILA ORANG DIBERI STIMULUS, MAKA AKAN MEMBERIKAN REAKSI

PROPOSISI OLEH LITTLE JOHN DISEBUT EKSPLANASI, SEBAGAIMANA IS MENDEFINISIKAN THEORY AS ANY CONCEPTUAL REPRESENTATION OR EXPLANATION OF A PHENOMENOM
PROPOSISI ATAU EKSPLANASI MERUPAKAN BAHAN UNTUK MEMBENTUK TEORI DAN MEMBUTUHKAN KONSEP SEBAGAI BAHAN BAKUNYA
SUATU KONSEP MEMPUNYAI MAKNA TEORITIS JIKA DIBENTUK DARI KONSEP-KONSEP KUNCI SUATU DISIPLIN ILMU
MENURUT KERLINGER
A THEORY IS A SET OF INTERRELATED CONSTRUCT (CONCEPTS), DEFINITIONS, AND PROPOSITIONS THAT PRESENT A SYSTEMATIC VIEW OF PHENOMENON BY SPECIFY RELATIONS AMONG VARIABLES, WITH THE PURPOSE OF EXPLAINING AND PREDICTING THE PHENOMENA

FUNGSI TEORI
FUNGSI EKSPLANATIF MAKSUDNYA TEORI HARUS MAMPU MENJELASKAN HUBUNGAN ANTARA PERISTIWA YANG SATU DENGAN PERISTIWA LAIN YANG TERDAPAT PADA PENGALAMAN EMPIRIS
FUNGSI PREDIKTIF MAKSUDNYA TEORI BISA UNTUK MEMPERKIRAKAN SUATU YANG AKAN ADA/TERJADI

PREDIKSI YANG SIFATNYA PROBABILITAS DAPAT DITERAPKAN PADA 3 JENIS SITUASI :
PERTAMA , UNTUK WAKTU YANG AKAN DATANG . PENGETAHUAN KITA TERHADAP WAKTU YANG LAMPAU DAN SEKARANG DAPAT DITERAPKAN UTNUK WAKTU YANG AKAN DATANG
KEDUA, UNTUK TEMPAT YANG BERBEDA
KETIGA, DIDALAM KELOMPOK SOSIAL YANG LEBIH BESAR. JIKA PERNYATAAN ITU DIKETAHUI DALAM KELOMPOK MASYARAKAT KECIL, MAKA DAPAT DITERAPKAN PADA KELOMPOK YANG LEBIH BESAR
ANTARA TEORI DAN FAKTA MEMPUNYAI HUBUNGAN YANG TERKAIT.
FAKTA DAPAT MEMPRODUKSI TEORI DALAM PENGERTIAN :
-FAKTA DPT MEMBANTU INISIATIF PENEMUAN TEORI
-FAKTA DAPAT MEREFORMULASI TEORI YANG ADA
-FAKTA DAPAT MENYEBABKAN PENOLAKAN THP TEORI
-FAKTA DAPAT MEMPERJELAS TEORI
DIPIHAK LAIN TEORI MERUPAKAN SEBUAH ALAT ILMU DALAM HAL :
-TEORI MENENTUKAN ORIENTASI ATAU CAKUPAN ILMU DENGAN MENENTUKAN JENIS DATA YANG DIABSTRAKSIKAN
-TEORI MERUPAKAN KERANGKA KONSEPTUAL TENTANG FENOMENA YANG DISUSUN SECARA SISTEMATIS
-TEORI MEMPREDIKSI FAKTA
HUBUNGAN ANTARA TEORI DENGAN FAKTA ADALAH TEORI SEBAGAI OERIENTASI (ARTINYA DAPAT MEMPERSEMPIT FAKTA YANG AKAN DIKAJI)

HIPOTESIS
HIPOTESIS BERASAL DARI HYPO = SEBELUM, THESIS= PERNYATAAN
ADALAH SUATU PERNYATAAN YANG PADA WAKTU DIUNGKAPKAN BELUM DIKETAHUI KEBENARANNYA, TETAPI MEMUNGKINKAN UNTUK DIUJI DALAM KENYATAAN EMPIRIS

• HIPOTESIS MEMUNGKINKAN KITA MENGHUBUNGKAN TEORI DENGAN PENGAMATAN ATAU PENGAMATAN DENGAN TEORI
• HIPOTESIS MENGEMUKAKAN HARAPAN PENELITI MENGENAI HUBUNGAN ANTARA VARIABEL DALAM PERTANYAAN

• MISAL : KITA PUNYA PERTANYAAN “ APAKAH ALUMNI SMA YANG MEMILIKI NILAI UNAS TINGGI AKAN MAMPU MENYELESAIKAN STUDI DI PERGURUAN TINGGI DALAM WAKTU RELATIF CEPAT?
• PERTANYAAN INI DAPAT DIUBAH MENJADI PERNYATAAN : ADA HUBUNGAN POSITIF ANTARA NILAI UNAS DI SMA DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI
FUNGSI HIPOTESIS
• MEMBERI PENJELASAN TENTANG GEJALA-GEJALA SERTA MEMUDAHKAN PERLUASAN PENGETAHUAN DALAM SUATU BIDANG
• MENGEMUKAKAN PERNYATAAN HUBUNGAN DUA KONSEP YANG SECARA LANGSUNG DAPAT DIUJI DALAM PENELITIAN
• MEMBERI ARAH PADA PENELITIAN
• MEMBERI KERANGKA PADA PENYUSUNAN KESIMPULAN PENELITIAN

AGAR BEBERAPA FAKTOR TERSEBUT DAPAT BERJALAN SECARA EFEKTIF, MAKA BEBERAPA FAKTOR PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN HIPOTESIS :
1. HIPOTESIS DISUSUN DALAM KALIMAT DEKLARATIF. KALIMAT ITU BERSIFAT POSITIF DAN TIDAK NORMATIF. ISTILAH SEHARUSNYA ATAU SEBAIKNYA TIDAK TERDAPAT DALAM HIPOTESIS. CONTOH :
ANAK-ANAK SEHARUSNYA PATUH PADA ORANG TUANYA, INI BUKAN HIPOTESIS, KECUALI BILA DIKATAKAN KEPATUHAN ANAK TERHADAP ORANG TUA MENURUN
MATERI METODE PENELITIAN KUANTITATIF
KONSEP DAN VARIABEL
o KONSEP adalah abstraksi yang dibuat dengan menggeneralisasikan hal-hal yang bersifat khusus
jadi konsep itu
o Bersifat abstrak, tetapi menunjuk pada obyek, kejadian, peristiwa, atribut atau proses tertentu yang konkret.
o Contoh: prestasi akademik adalah abstraksi dari kemampuan belajar mahasiswa dalam: mengerjakan soal ujian, membuat makalah, diskusi dan sebagainya. Bobot adalah konsep yang menyatakan abstraksi dari suatu benda yang mempunyai berat atau ringan
o Konsep memiliki tingkat abstraksi yang variatif, bergantung mudah atau tidaknya fenomena yang diabstraksikan dapat diidentifikasi
o Gedung, kursi, kendaraan, rumah adalah contoh konsep-konsep yang mudah diidentifikasi karena mempunyai wujud fisik yang mudah diamati.
o Tetapi pemahaman keagamaan, keimanan, ketaqwaan, kesholihan, kejujuran adalah contoh konsep yang lebih abstrak dan lebih sulit dibayangkan dibanding contoh di atas
o Konsep yang lebih abstrak dan sulit dicarikan rujukan wujud fisiknya itulah yang disebut dengan KONSTRUK
o KONSTRUK selain merupakan konsep yang lebih abstrak, juga mempunyai makna tambahan yang sengaja diadopsi untuk kepentingan penelitian
Lalu apa pula variabel itu….?
o Konsep atau konstruk yang menampilkan variasi nilai pada obyek yang dirujuknya disebut VARIABEL
o Contoh: sikap (memiliki variasi nilai positif dan negatif, setuju, tidak setuju, netral), motivasi belajar (variasi nilainya tinggi, sedang, kurang), pemahaman (variasinya sangat paham, kurang paham, tidak paham), IP (sangat memuaskan, memuaskan, cukup, dll)
Relasi konsep dan variabel adalah
o Konsep adalah abstraksi dari fenomena kehidupan nyata yang diamati
o Variabel memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai fenomena yang digeneralisasikan dalam konsep
Definisi operasional dan indikator variabel
o Oleh karena variabel itu merupakan mediator antara konsep dengan fenomena empirik, maka ia memiliki suatu penghubung yang menunjukkan obyek mana yang dapat dimasukkan ke dalam konsep yang dimaksud
o Konsep “mahasiswa” misalnya, siapa saja yang dapat digolongkan ke dalam konsep ini ? Maka dibutuhkan suatu petunjuk untuk bisa menjawab hal ini
Caranya….?
o Pertama : dengan membuat penjelasan bahwa “mahasiswa adalah orang yang terdaftar untuk mengikuti perkuliahan di suatu perguruan tinggi”
o Kedua : tentukan petunjuk yang dipakai misalnya adalah KTM yang masih berlaku, karena dengan KTM dapat diketahui siapa yang dimaksud dengan konsep “mahasiswa”
o Cara pertama tadi disebut DEFINISI OPERASIONAL yaitu menjelaskan cara tertentu yang digunakan oleh peneliti dalam mengoperasionalisasikan variabel agar dapat diamati dan diukur
o Sedangkan menggunakan KTM sebagai petunjuk untuk mengetahui mahasiswa atau bukan, disebut INDIKATOR VARIABEL

Tipe variabel penelitian
1. Dilihat dari FUNGSINYA variabel dibedakan menjadi VARIABEL BEBAS dan VARIABEL TERIKAT
o Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel yang lain
o Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas

Contoh variabel bebas dan terikat
o Jika pemberian motivasi kepada karyawan menjadikan prestasi belajar meningkat, maka MOTIVASI sebagai variabel bebas dan PRESTASI BELAJAR jadi variabel terikat
o Pada umumnya variabel bebas dilambangkan dengan huruf X dan variabel terikat dengan Y (X à Y)

2. Dilihat dari SKALA NILAI
o Ada variabel KONTINU dan variabel KATEGORIS
o Variabel kontinu adalah variabel yang memiliki kumpulan nilai yang teratur dalam kisaran tertentu. Contoh sikap yang diukur dengan setuju, tidak setuju, kurang setuju dan seterusnya
o Variabel kategoris adalah variabel yang memiliki nilai dalam skala nominal. Contoh: jenis kelamin (pria-wanita), agama, pendidikan, warganegara, dan sebagainya
3.Dilihat dari perlakuan terhadap variable
o Terbagi menjadi VARIABEL AKTIF dan VARIABEL ATRIBUT
o Variabel Aktif adalah variabel yang dimanipulasi untuk kepentingan penelitian eksperimen
o Variabel Atribut adalah variabel yang tidak dapat dimanipulasi. Misal, jenis kelamin, intelegensi, agama




MATERI METODE PENELITIAN KUALITATIF



WAWANCARA MENDALAM

Wawancara mendalam secara umum adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibatdalam kehidupan sosial yang relative lama. Dengan demikian, kekhasan wawancara mendalam adalah keterlibatannya dalam kehidupan informan.
Pewawancara adalah orang yang menggunakan metode wawancara sekaligus dia bertindak sebagai ”pemimpin” dalam proses wawancara tersebut. Dia juga berhak menentukan materi yang akan diwawancarakan serta kapan dimulai dan di akhiri. Namun kadang kala informan pun dapat menentukan perannya dalam hal kesepakatan mengenai kapan waktu wawancara mulai dilaksanakan dan di akhiri.
Informan adalah orang yang diwawancarai, diminta informasi oleh pewawancara . informan adalah orang yang diperkirakan menguasai dan memahami data, informasi, ataupun fakta dari suatu obyek penelitian.
Materi wawancara adalah tema yang ditanyakan kepada informan , berkisar antara masalah atau tujuan penelitian. Materi wawancara yang baik terdiri dari: pembukaan, isi dan penutup. Pembukaan wawancara adalah kata-kata tegur sapa, seperti nama ibu siapa, alamatnya dimana, berapa anaknya, umurnya berapa dsb. Isi wawancara sudah jelas, yaitu pokok pembahasan yang menjadi masalah atau tujuan penelitian. Sedangkan, penutup adalah bagian akhir dari suatu wawancara. Bagian ini dihiasa dengan kalimat-kalimat penutup pembicaraan, antara lain: saya kira cukup sampai disini wawancara kita, terimakasih atas bantuan bapak, bapak sudah banyak membantu saya, dsb. Bagian penutup biasanya dihiasi dengan janji untuk ketemu lagi pada waktu lain.
Metode wawancara mendalam (in-depth interview) adalah sama seperti metode wawancara lainnya, hanya peran pewawancara, tujuan wawancara, peran informan, dan cara melakukan wawancara yang berbeda dengan wawancara pada umumnya. Wawancara mendalam dilakukukan berkali-kali dan membutuhkan waktu yang lam bersama informan di lokasi penelitian, hal mana kondisi ini tidak terjadi pada wawancara pada umumnya.
PENGUMPULAN DATA PADA PENELITIAN KUALITATIF

> SEBENARNYA PADA PENELITIAN KUALITATIF PROSEDUR PENELITIAN TIDAK DISTANDARISASI DAN BERSIFAT FLEKSIBEL. JADI YANG ADA HANYALAH PETUNJUK YANG DAPAT DIPAKAI TETAPI BUKAN ATURAN.
> ADA BEBERAPA METODE PENGUMPULAN DATA YANG DIPAKAI, NAMUN YANG PALING POKOK DIPAKAI ADALAH INDEPTH INTERVIEW DAN PARTISIPANT OBSERVATIONS.
> OBSERVASI YANG DIMAKSUD DISINI ADALAH”DESKRIPSI SECARA SISTEMATIS TENTANG KEJADIAN ATAU TINGKAH LAKU DALAM SETTING SOSIAL YANG DIPILIH UNTUK DITELITI”(MARSHALL AND ROSSMAN, DESIGNING QUALITATIV RESEARCH,1989;79). PENGAMATAN DAPAT BERVARIASI, MULAI DARI YANG SANGAT TERSTRUKTUR DENGAN CATATAN RINCI MENGENAI TINGKAH LAKU SAMPAI DENGAN DESKRIPSI YANG PALING KABUR TENTANG KEJADIAN DAN TINGKAHLAKU.
> SEDANG WAWANCARA MENDALAM ADALAH TPD YANG DIDASARKAN PADA PERCAKAPAN SECARA INTENSIF DENGAN SUATU TUJUAN. MARSHALL AND ROSSMAN, DESIGNING QUALITATIV RESEARCH,1989;82)
> DALAM HAL MELAKUKAN WAWANCARA MENDALAM, PERTANYAAN YANG KAKU HARUSLAH DIHINDARI, SEBALIKNYA DISARANKAN MEMBUAT PERTANYAAN YANG BERSIFAT UMUM BERDASARKAN SUBSTANSI SETTING ATAU KERANGKA KONSEPTUAL
> OLEH KARENA INSTRUMEN PENELITIANNYA ADALAH PENELITI SENDIRI, MAKA PERAN PENELITI SANGATLAH PENTING. SEHUBUNGAN DENGAN HAL ITU PENELITI HARUS BISA MENCIPTAKAN HUBUNGAN YANG BAIK DENGAN ORANG ORANG-ORANG YANG DITELIT, MENGADAKAN PENDEKATAN YANG “ENAK” SEBELUM MEMULAI WAWABCARA. HASIL WAWANCARA TERSEBUT DIREKAN DAN DICATAT SECARA SISTEMATIS

ADA TIGA MACAM PENGUMPULAN DATA SECARA KUALITATIF
> WAWANCARA MENDALAM (INDEPTH INTERVIEW). DATA YANG DIPEROLEH TERDIRI DARI KUTIPAN LANGSUNG DARI ORANG-ORANG TENTANG PENGALAMAN,PENDAPAT, PERASAAN DAN PENGETAHUAN INFORMAN PENELITIAN. INFORMAN PENELITIAN ADALAH ORANG YANG MEMBERIKAN INFORMASI YANG DIPERLUKAN SELAMA PROSES PENELITIAN. INFORMAN INI MELIPUTI BEBERAPA MACAM, SEPERTI :1. INFORMAN KUNCI (KEY INFORMAN) YAITU MEREKA YANG MENGETAHUI DAN MEMILIKI BERBAGAI INFORMASI POKOK YANG DIPERLUKAN DALAM PENELITIAN. 2. INFORMAN UTAMA, YAITU MEREKA YANG TERLIBAT LANGSUNG DALAM INTERAKSI SOSIAL YANG DITELITI, 3. INFORMAN TAMBAHAN YAITU MERAKA YANG DAPAT MEMBERIKAN INFORMASI WALAUPUN TIDAK LANGSUNG TERLIBAT DALAM INTERAKSI SOSIAL
> OBSERVASI LANGSUNG DAN TERLIBAT (PARTISIPANT OBSERVATIONS). DATA YANG DIDAPAT MELALUI OBSERVASI INI TERDIRI DARI PEMERIAN RINCI TENTANG KEGIATAN, PRILAKU, TINDAKAN ORANG-ORANG, KEMUNGKINAN INTERAKSI,PENGALAMAN MANUSIA YANG DAPAT DIAMATI
> PENELAAHAN TERHADAP DOKUMEN TERTULIS (DOCUMENTS). DATA YANG DIPEROLEH DARI METODE INI BERUPA CUPLIKAN, KUTIPAN, PENGGALAN-PENGGALAN DARI CATATAN ORGANISASI, KORESPONDENSI, BUKU HARIAN, PERSONAL DOCUMENTS,TERBITAN, LAPORAN RESMI

> VALIDITAS DAN REABILITAS DATA KUALITATIF BANYAK TERGANTUNG PADA KETRAMPILAN METODOLOGIS, KEPEKAAN DAN INTEGRITAS SEORANG PENELITI.
> OBSERVASI YANG RIGOROUS (KETAT) MELIBATKAN PENELITI JAUH LEBIH DARI HANYA BERADA DI SUATU TEMPAT DAN MELIHAT-LIHAT SEKELILINGNYA
> MELAKUKAN WAWANCARA YANG TERAMPILMELIBATKAN JAUH LEBIH DARI HANYA MENGAJUKAN PERTANYAAN
> ANALISIS ISI MENUNTUT LEBIH BANYAK DARI HANYA MEMBACA BUKU YANG ADA
> METODE-METODE KUALITATIF MEMUNGKINKAN PENELITI UNTUK MENGKAJI HAL IHWAL TERTENTU SECARA LEBIH MENDALAM DAN RINCI. METODE INI MENGHASILKAN SEJUMLAH BESAR INFORMASI RINCI MENGENAI SEJUMLAH KECIL ORANG ATAU KASUS. HAL INI MENINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP KASUS-KASUS DAN SITUASI, NAMUN MENGURANGI KEMUNGKINAN GENERALISASI.
> DALAM KUALITATIF PENELITI ADALAH INSTRUMEN . VALIDITAS DAN METODE KUALITATIF BANYAK BERGANTUNG PADA KETRAMPILAN DAN KEMAMPUAN SERTA KECERMATAN ORANG YANG MELAKUKAN KERJA LAPANGAN

TEKNIK WAWANCARA
> TEKNIK WAWANCARA MERUPAKAN SALAH SATU CARA PENGUMPULAN DATA DALAM SUATU PENELITIAN. KAREAN MENYANGKUT DATA MAKA WAWANCARA MERUPAKAN SALAHSATU ELEMEN PENTING DALAM PROSES PENELITIAN.
> WAWACARA DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI CARA YANG DIPERGUNAKAN UNTUK MENDAPTKAN INFORMASI (DATA) DARI RESPONDEN DENGAN CARA BERTANYA LANGSUNG SECARA TATAP MUKA (FACE TO FACE). NAMUN DEMIKIAN TEKNIK WAWANCARA INI DALAM PEREKEMBANGANNNYA TIDAK HARUS DILAKUKAN SEARA FACE TO FACE, MELAINKAN DAPAT DILAKUKAN MELALUI SARANA KOMUNIKASI. MISAL TELEPON ATAU INTERNET.
> WAWANCARA SERING DISEBUT SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI DAN INTERAKSI.
> SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI KARENA ANTARA PEWAWANCARA DENGAN RESPONDEN MENSAYARATKAN ADANYA PENGGUNAAN SIMBOL-SIMBOL TERTENTU SEMISAL BAHASA YANG SALING DAPAT DIMENGERTI OLEH KEDUABELAH PIHAK SEHINGGA MENSYARATKAN ADANYA AKTIVITAS WAWANCARA
> SEDANG SEBAGAI INTERAKSI SOSIAL KARENA SELAMA WAWANCARA MASING-MASING PIHAK DISADARI ATAU TIDAK, TERJADI PROSES SALING MEMPENGARUH. MASALAH INI PERLU DIPERHATIKAN KARENA BERKAITAN DENGAN KUALITAS PEROLEHAN DATA, SEBAB KUALITAS PEROLEHAN DATA DIPENGARUHI OLEH KEMAMPUAN PEWAWANCARA DALAM MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN INTERAKSINYA DENGAN RESPONDEN

WARWICK DAN LININGER, THE SAMPLE SURVEY THEORY AND PRACTICE (1975) MENYEBUT EMPAT FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAWANCARA :
SITUASI WAWANCARA
WAKTU, TEMPAT,HADIRNYA ORANG LAIN, SIKAP MASYARAKAT
PEWAWANCARA
MOTIVASI, RASA AMAN, KETERAMPILAN DAN KEMAMPUAN MENANGKAP JAWABAN DAN KARAKTERISTIK SOSIAL
RESPONDEN
KEMAMPUAN MENANGKAP DAN MENJAWAB PERTANYAAN
ISI PERTANYAAN
TINGKAT KEPEKAAN, SULIT DITANYAKAN, TINGKAT MINAT, SUMBER KEKAWATIRAN

MENGAPA ADA RESPONDEN DAN INFORMAN ?
> DALAM PENSOS ADA DUA PEMBEDAAN SIFAT DALAM WAWANCARA : PERTAMA, WAWANCARA YANG BERMAKSUD MENGETAHUI DATA DARI INDIVIDU TERTENTU UNTUK KEBUTUHAN INFORMASI TERTENTU. INDIVIDU YANG DIWAWANCARAI SERING DISEBUT INFORMAN. UTK PEN NONSURVEI (KUALITATIF)
> KEDUA WAWANCARA UNTUK MEMPEROLEH DATA DIRI PRIBADI, PRINSIP, PENDIRIAN SERTA PANDANGAN DARI INDIVIDU YANG DIWAWANCARAI, SUMBER WAWANCARA INI DISEBUT RESPONDEN. SURVEI (KUANTITATIF)
> PERBEDAAN INI PERLU DIPERHATIKAN KARENA TIDAK HANYA TERKAIT DENGAN PERSOALAN JENIS DAN TIPE PENELITIAN TAPI BERKAITAN DENGAN SELEKSI INDIVIDU DAN JENIS DATA YANG DIBUTUHKAN.
> UNTUK WAWANCARA MODEL PERTAMA DIPERLUKAN SELEKSI INDIVIDU YANG DINILAI AHLI ATU SETIDANYA TAHU BANYAK TENTANG PERSOALAN YANG BERKAITAN DENGAN TOPIK PENELITIAN. OLEH KARENANYA BUKAN MASALAH REPRESENTATITAS TETAPI BAGAIMANA MEMILIH KEY PERSON YANG MEMENUHI KUALIFIKASI TERSEBUT
> PADA WAWANCARA JENIS KEDUA YANG DINILAI SANGAT PENTING PADA PERSOALAN REPRESENTATIVITAS DALAM PENGAMBILAN SAMPEL

BAGAIMANA MENGETAHUI INFORMAN POKOK?
> PADA MASYARAKAT PEDESAAN YANG UMUNYA MASIH PATERNALISTIS, INFORMAN PANGKAL BIASAYA DILACAK PADA STRATA SOSIAL TINGKAT ATAS SEPERTI TOKOH MASYARAKAT, TOKOH AGAMA, TOKOH PEMUDA, TOKOH ORGANISASI
> SEDANGKAN PADA MASYARAKAT PERKOTAAN BIASANYA BISA DILAKUKAN PADA LAPISAN ATAS ATAU BAWAH

PROSEDUR WAWANCARA

> ADA PROSEDUR YANG BIASANYA DILAKUKAN SEBELUM MELAKUKAN WAWANCARA ADALAH :
- PEWAWANCARA MEMPERKENALKAN DIRI DARI KAMPUS ATAU BADAN MANA
- MENERANGKAN TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN. INI PENTING DILAKUKAN TERUTAMA UNTUK MENGHINDARI KECURIGAAN DAN KETAKUTAN RESPONDEN
- MENERANGKAN MENGAPA RESPONDEN DIILIH UNTUK DIWAWANCARAI; BUKAN ORANG LAIN. MASALAH INI BIASANYA DITANYAKAN RESPONDEN SEBEKLUM BERSEDIA MENJAWAB PERTANYAAN
- TERAKHIR KATAKAN BAHWA WAWANCARA INI MERUPAKAN SESUATU YANG CONFIDENTIAL
> SELAIN ITU PEWANCARA HARUS :
- DAPAT MENYAMPAIKAN PERTANYAAN KPD RESPONDEN DENGAN BAIK, JAGN SAMPAI MENIMBULKAN KESALAHAN PERSEPSI MISAL : BERAPA KALI BAPAK IBU KUMPUL DALAM SATU MINGGU, KEMUDIAN RESPONDEN MENJAWAB : SETIAP HARI, BERATI 7 KALI KUMPUL DALM SEMINGGU PADAHAL KUMPUL YANG DIMAKSUD OLEH PEWAWANCARA ADALAH HUBUNGAN SEKSUAL TAPI OLEH RESPONDEN BERARTI BERTEMU BERSAMA KELUARGA
– MENCIPTAKAN RAPPORT, BISA DICIPTAKAN DENGAN KEMAMPUAN MEMBAWA DIRI, KERAMAHAN, MENHORMATI RESPONDEN, BERBASA BASI
– KEMAMPUAN MENCATAT SEMUA JAWABAN DARI RESPONDEN DENGAN TEPAT DAN CEPAT
– KEMAMPUAN MENGGALI INFORMASI LEBIH DALAM DENGAN MENGAJUKAN PERTANYAAN TAMBAHAN ATAU PANCINGAN

OBSERVASI
-OBSERVASI ADALAH KEGIATAN KESEHARIAN MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN PANCAINDRA MATASEBAGAI ALAT BANTU UTAMANYA SELAIN PANCAINDRA LAINNYA SEPERTI TELINGA, PENCIUMAN, MULUT DAN KULIT. KARENA ITU OBSERVASI ADALAH KEMAMPUAN SESEORANG UNTUK MENGGUNAKAN PENGAMATNNYA MELALUI HASILKERJA PANCA INDRA MATA SERTA DIBANTU PANCAINDRA LAINNYA.
-METODE OBESERVASI ADALAH PENGUMPULAN DATA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGHIMPUN DATA PENELITIAN MELALUI PENGAMATAN ATAU PENGINDRAAN. SUATU KEGIATAN PENGAMATAN BARU DIKATEGORIKAN SEBAGAI KEGIATAN PENGUMPULAN DATA PENELITIAN APABILA MEMILIKI KERITERIA SEBAGAI BERIKUT :
1. PENGAMATAN DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN DAN DIRENCANAKAN SECARA SERIUS
2. PENGAMATAN HARUS BERKAITAN DENGAN TUJUAN PENELITIAN
3.PENGAMATAN DICATAT SECARA SISTEMATIK DAN DIHUBUNGKAN DENGAN PROPOSISI UMUM DAN BUKAN DIPAPARKAN SEBAGAI SUATU YANG HANYA MENARIK PERHATIAN
4. PENGAMATAN DAPAT DI CEK DAN DIKONTROL MENGENAI KEABSAHANNYA.
-OBESERVASI PARTISIPASI ADALAH PENGUMPULAN DATA MELALUI OBESERVASI TERHADAP OBYEK PENGAMATAN DENGAN LANGSUNG HIDUP BERSAMA, MERASAKAN SERTA BERADA DALAM AKTIVITAS KEHIDUPAN OBYEK PENGAMATAN. DENGAN DEMIKIAN, PENGAMATAN BETUL-BETUL MENYELAMI KEHIDUPAN OBYEK PENGAMATAN DAN BAHKAN TIDAK JARANG PENGAMAT MENGAMBIL BAGIAN KEHIDUPAN BUDAYA MEREKA.
-ADA BEBERAPA PERSOALAN POKOK YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN KHUSUS BAGI PARTISIPAN OBSERVER SEHUBUNGAN DENGAN TUGASNYA, ANTARA LAIN :
1. APA SAJA YANG HARUS DIOBSERVASI?
2. BILAMANA DAN BAGAIMANA MELAKUKAN PENCATATAN?
3. BAGAIMANA MENGUSAHAKAN HUBUNGAN YANG BAIK DENGAN OBYEK PENGAMATAN
4. BERAPA LAMA DAN LUASNYA PARTISIPASI TERSEBUT?

DALAM MELAKUKAN OBSERVASI INI PENGAMAT HARUS SELALU INGAT DAN MEMAHAMI BETUL APA YANG HENDAK DIREKAM. AGAR TIDAK MENGGANNGU OBYEK PENGAMATAN, MAKA PENCATATAN MERUPAKAN HAL YANG AMAT DILEMATIS DILAKUKAN. PENCATATAN LANGSUNG JIKA DITERAPKAN AKAN MENGGANGGU OBYEK PENGAMATAN, TETAPI APABILA TIDAK DILAKUKAN BIASANYA PENGAMAT DIHADAPAKAN DENGAN KETERBATASAN DAYA INGAT. MENGHADAPI HAL ITU , MAKA SENI MENCATATHASIL OBSERVASI HARUS TERUS DICIPATAKAN DAN DIKEMBANGKAN SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA MERUPAKAN PRSETASI TERSENDIRI.

Sabtu, 18 April 2009

RUMUS BERAT BADAN IDEAL

BEBERAPA RUMUS MENCARI BERAT BADAN IDEAL

BB Ideal : (tinggi badan dalam cm - 100)x 0,9jadi kalo tinggi badanmu 167, BBIdealnya 60,3 kg.

Ada yang menggunakan Body Mass Index (BMI). Rumusnya adalah
BMI = BB / (TB x TB).
BMI normal adalah 18,5 - 25.
BMI ideal pada kisaran 22.
Dengan rumus ini kita bisa tahu BB ideal untuk orang yang tingginya 170 cm, yaitu: BB = BMI x TB x TB = 22 x 1,7 x 1,7 = 63,8 kg. Jika diambil BMI-nya 18,5 didapat BB = 53,47, dan jika BMInya 25 didapat BB = 72,25. Artinya BB normal dalam rentang 53,47kg hingga 72,25kg.

MASALAH PENELITIAN

APAKAH MASALAH PENELITIAN ITU ?
• ADALAH SUATU KEADAAN YANG BERSUMBER PADA INTERAKSI ANTARA DUA FAKTOR ATAU LEBIH YANG MENGHASILKAN SESUATU YANG MEMBINGUNGKAN
• KARENANYA MEMERLUKAN SOLUSI
• MASALAH MUNCUL KARENA ADANYA KESENJANGAN ANTARA APA YANG ADA DAN APA YANG SEHARUSNYA, ANTARA KENYATAAN YANG ADA DAN APA YANG DIHARAPKAN, ANTARA TEORI DENGAN KENYATAAN
• MASALAH AKAN MUNCUL APABILA KITA MAMPU MENANGKAP KONTRADIKTIF PADA INTERAKSI ANTARA SATU ATAU DUA KOMPONEN, YAITU : KONSEP, PENGALAMAN, DATA EMPIRIK
PEMBAGIAN MASALAH DILIHAT DARI APA YANG DIHARAPKAN :
• MASALAH FILOSOFIS
• MASALAH KEBIJAKAN
• MASALAH ILMIAH
• DIKATAKAN MASALAH FILOSOFIS APABILA GEJALA EMPIRISNYA EMPIRISNYA TIDAK SESUAI DENGAN PANDANGAN HIDUP YANG ADA DALAM MASYARAKAT
• DIKATAKAN MASALAH KEBIJAKAN JIKA PERILAKU ATAU KENYATAAN TIDAK SESUAI DENGAN APA YANG DIHARAPKAN OLEH PEMBUAT KEBIJAKAN
• MASALAH ILMIAH ADALAH KENYATAAN-KENYATAAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN TEORI ILMU PENGETAHUAN
BAGAIMANA MENEMUKAN MASALAH PENELITIAN ?
• KEMAMPUAN MENEMUKAN MASALAH DITENTUKAN OLEH SENSITIVITAS DAN KESEDIAAN MENGAMBIL JARAK DENGAN REALITAS SEHARI-HARI

MELATIH KEPEKAAN DALAM MELIHAT FENOMENA SOSIAL
• MEMBACA SEBANYAK-BANYAKNYA BUKU YANG RELEVAN DENGAN BIDANG YANG KITA TEKUNI DAN BERSIKAP KRITIS TERHADAP APA YANG KITA BACA
• MENGHADIRI KULIAH, DISKUSI , SEMINAR ATAU FORUM ILMIAH LAINNYA
• MENGADAKAN PENGAMATAN SITUASI ATAU PERISTIWA DISEKITAR KITA
• MENGEMBANGKAN PEMIKIRAN KEMINGKINAN PENELITIAN DENGAN TOPIK YANG DIDAPAT WAKTU KULIAH
• MENGHADIRI SEMINAR HASIL PENELITIAN
• BERKUNJUNG KE PERPUSTAKAAN UNTUK MEMPEROLEH TOPIK PENELITIAN
• BERLANGGANAN JURNAL ATAU MAJALAH YANG SESUAI DENGAN BIDANG KITA
• DLL

KRITERIA MASALAH PENELITIAN
• MERUPAKAN BIDANG MASALAH DAN TOPIK YANG MENARIK
• MEMPUNYAI SIGNIFIKANSI TEORITIS DAN PRAKTIS
• DAPAT DI UJI MELALUI PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA
• SESUAI DENGAN WAKTU DAN BEAYA YANG TERSEDIA
EMPAT KRITERIA TSB DIGUNAKAN UNTUK MENGANALISIS MASALAH YANG KITA PILIH

LANGKAH-LANGKAH ANALISIS MASALAH PENELITIAN
• ANALISIS SUBSTANSI MASALAH ITU SENDIRI, TERMASUK DALAM KAJIAN ILMU APA?
• ANALISIS TEORI
• ANALISIS INSTITUSIONAL
• ANALISIS METODOLOGIS
• ANALISIS KE”ACTUAL”AN
METODE PENEMUAN MASALAH
• METODE ANALOG : MENGGUNAKAN PENGETAHUAN YANG KITA PEROLEH DARI HASIL PENELITIAN PADA BIDANG TERTENTU UNTUK MENENTUKAN MASALAH PENELITIAN PADA BIDANG LAIN YANG TERKAIT
• METODE RENOVASI : MENENTUKAN MASALAH PENELITIAN DENGAN CARA MEMPERBAIKI ATAU MENGGANTI KOMPONEN TEORI ATAU METODE YANG KURANG RELEVAN DENGAN TEORI ATAU METODE LAIN YANG LEBIH RELEVAN.
• METODE MORFOLOGI : DIGUNAKAN UNTUK MENEMUKAN MASALAH PENELITIAN DENGAN MENGANALISIS KEMUNGKINAN KOMBINASI BIDANG MASALAH PENELITIAN YANG SALING BERHUBUNGAN DALAM BENTUK MATRIK.
SETIAP SEL MERUPAKAN POTENSI ELEMEN-ELEMEN MASALAH YANG DAPAT DITELITI. MISAL : MATRIK KEMUNGKINAN KOMBINASI MASALAH PENELITIAN DALAM BIDANG DAKWAH
contoh
PARAMETER

Da’I


Mad’u


Pesan
1

Kemampuan komunikasi

Sikap


isi
2

Sikap


Personality


Struktur
3

Kredibilitas


Pengalaman


Metode penyampaian

. METODE FENOMENOLOGI : MENEMUKAN MASALAH PENELITIAN BERDASARKAN HASIL PENGAMATAN TERHADAP FAKTA ATAU KEJADIAN

Senin, 30 Maret 2009

Percaya diri

Percaya diri

Kepandaian tanpa percaya diri adalah sia-sia. Percaya diri tanpa kepandaian adalah tong kosong nyaring bunyinya.
Meremehkan diri merugikan diri sendiri , membanggakan diri adalah suatu kesombongan
Percaya diri yang berlebihan akan mencelakakan diri
Penampilan adalah salah satu faktor yang menumbuhkan rasa percaya diri
Ajining diri ono ing lati, ajining sariro ono ing busono : harga diri seseorang terletak pada kata-kata yang diucapkan, sedang letak keberhargaan tubuh pada busana yang dikenakan
- Rasa tidak percaya diri akan tampak dalam sikap hidup sehari-hari, yaitu berupa sikap mudah cemas dalam menghadapi persoalan hidup, gugup, mudah putus asa, penyendiri, dan cenderung tergantung pada orang lain.
- Orang yang tidak pd akan selalu ragu dan bimbang pada segala sesuatu yang dilakukannya
- Tidak mampu mengambil keputusan dengan tegas
- Hal tersebut mengganggu bagi pengembangan kepribadian seseorang

Pengertian rasa PD

Thursan hakim : rasa percaya diri secara sederhana bisa dikatakan sebagai suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuat individu tsb merasa mampu untuk bisa mencapai tujuannya
Titik Triwidodo: Pd artinya kita harus dapat mempercayai diri kita bahwa diri kita mampu mengerjakan apa yang harus dikerjakan, bagaimana cara penyelesaiannya dan apabila gagal tidak putus asa
Tanda-tanda PD dalam pergaulan

- Kontak mata-tdk memalingkan muka jika bicara dg org lain-tatapan mata dungu dan teru menerus membuat lawan bicara risih-tidak byk berkedip kedip
- Suara-jelas
- Ekspresi Wajah-turut mendukung isi pembicaraan
- Gerak anggota tubuh-bersikap tenang dan tidak over acting
- Sikap tegas dan sikap luwes;
- sikap tegas-jujur-sanggup memikul resiko-
- luwes-sikap tidak kaku, mau menerima masukan dari orang lain
Kontak mata
• mata adalah cermin jiwa
• jangan memalingkan muka ketika diajak bicara
• jangan menatap dengan dungu=berlebihan pada lawan -bicara, karena bisa dianggap mempunyai maksud tidak baik
• tatapan mata yang sambil berkedip-kedip, kurang baik
• menatap lawan bicara saat mengutarakan pendapat berarti menghargainya
• menatap lawan bicara juga berarti kesungguhan serta menandakan bahwa apa yang menjadi topik pembicaraan dimengerti
Suara
• kondisi suara yang dikeluarkan dari mulut mempengaruhi kejelasan suara pada waktu berbicara
• jagalah jarak dengan lawan bicara, jika berbicara. Hal ini menjaga agar lawan bicara tidak kecipratan ludah
• mulut terbuka saat berbicara agar, bisa didengar jelas, jangan berbicara dengan mulut terkunci, yang menyebabkan suara berguman, tapi jangan juga terlau lebar
• perhatikan intonasi, tempo suara.

Ekspresi wajah
• berbicara denagn dukungan ekspresi wajah , akan lebih menyakinkan pendengar
• ketidaksesuaian ekspresi wajah dengan isi pembicaraan dapat ditangkap lain. Misal: silakan diambil, bila diucapkan dengan ekspresi marah berarti jangan diambil, tetapi bila ekspresinya gembira, berarti boleh diambil.
Gerak anggota tubuh
• gerak anggota tubuh harus disesuaikan dengan isi pembicaraan. Kalau setuju, gerakannya bisa anggukan. Bukan gelengan kepala
• gerakan anggota tubuh tidak over, tetapi seperlunya
• orang yang percaya diri dalam berbicara juga melakukan gerak tubuh seperlunya
Sikap tegas dan Sikap Luwes
• sikap tegas dirumuskan sebagai berterus terang secara menyenangkan
• orang PD mampu bersikap tegas, sehingga akan selalu konsisten dengan tindakannya, tidak ragu-ragu dan sanggup memikul resiko yang akan timbul
• sikap luwes artinya sikap tidak kaku, mau menerima masukan dari orang lain
• kemauan untuk menerima masukan dari orang lain berarti terbuka untuk umpan balik
• dengan adanya umpan balik justru memupuk ke arah rasa PD

Penyebab tidak PD
Penyebab dari dalam diri sendiri
 sumbernya berasal dari dalam diri sendiri, yaitu menganggap remeh diri sendiri
 tidak pd dari dalam diri karena merasa dirinya tidak berguna, punya cacat, status sosial, kurang cerdas, status perkawinan
Penyebab dari luar diri
• bisa berasal dari keadaan keluarga, perlakuan masyarakat, perlakuan keluarga.
• misal keluarga tidak harmonis, eks pramuria, eksnarapidana, perlakuan keluarga sbg anak yang tidak diharapkan.

Menumbuhkan rasa percaya diri
Menerima diri sendiri apa adanya
• menerima diri apa adanya berarti, mendudukkan diri pada proporsi yang benar, dengan mengubah prilaku, sikap dan kata yang tidak baik. Dan tidak terpaku pada kekurangan yang dimilikinya.
• kelemahan diri tidak harus disesali, karena tidak ada manuasia yang sempurna, hanya tuhan saja yang senpurna.
Melatih diri
• melatih diri bisa dengan menambah ketrampilan dan keahlian
• Karena dengan memiliki keahlian dan ketrampilan, orang menjadi lebih Pd bicara dengan orang lain.
Berfikir positif
• berfikir positif akan menghasilkan buah pikiran yang positif
Memperhatikan penampilan
• seorang yang berpakaian rapi, sesuai dengan waktu dan tempat akan merasa nyaman saat berbicara.